Rabu, 10 April 2013
Ketika Cinta Membuatmu Menangis
Suatu ketika mungkin kita pernah jatuh hati, memendam rasa atau suka
pada seseorang yang kita kagumi. Tiap hari bayang wajahnya selalu
menghantui. Ada rasa rindu kala tak bertemu. Ada keinginan untuk
memiliki. Ada getar jiwa kala berjumpa dengan dia yang kita kagumi.
Terkadang dia-nya yang sering membuat kita melamun dengan tatapan
kosong. Terbayang-bayang kalau kita boleh berjalan bersamanya, atau
berada dalam dakapannya. Semuanya serba indah dan seakan begitu
sempurna. Tapi hati ini tetap saja memandam rasa. Kadang pula malu untuk
mengungkapkannya.
Ya, cinta… Ia hadir tanpa disedari. Ia
merupakan anugerah dari Ilahi. Dan rasa cinta pasti ada pada tiap diri
manusia. Kerana mencintai dan dicintai adalah perkara yang tak boleh
dipisahkan. Ibarat kopi dengan gula. Begitulah seharusnya, mencintai dan
dicintai dua kata yang saling melengkapi. Mencintai seseorang
menjadikan keindahan tersendiri dalam hidup kita. Wajar bila kita
mengharapkan balasan hingga kita ingin di cintainya.
Saudaraku tercinta…
Wajar saja kalau kita punya rasa cinta, hingga rasa cinta itu kian
menggelora. Dalam ayat-Nya Allah pun berfirman: “Dijadikan indah pada
(pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan
hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga).”
(Ali ‘Imran: 14)
Maka dari itulah manusia di beri-Nya
kelebihan dibanding dengan makhluk Allah yang lain. Kelebihan itulah
yang membuat kita mempunyai rasa cinta dan kasih sayang. Cinta yang
memang kadang kita salah menempatkannya. Atau kasih sayang yang
terkadang terlalu berlebihan. Sehingga kita ingin sekali untuk memiliki
apa yang kita cintai dan harus boleh meraihnya?
Tapi saudaraku…
bagaimana jika dia-nya yang kita damba selama ini, yang kita cintai dan
kita kagumi ternyata akan menjadi milik orang lain? Hancurlah hati
kita. Seakan kita tidak dan tak akan pernah rela dia-nya menikah dengan
orang lain. Kita cuma boleh melihat kad undangan pernikahan yang kita
terima. Kadang juga kita menyalahkan Allah Tuhan kita, “Ya Allah kenapa
Engkau tidak mempertemukanku dengannya?”
Seribu bahasa, seribu
tanya boleh kita gunakan untuk mengadu kepada-Nya. Bahkan seribu air
mata pun boleh kita kucurkan disetiap sujud kehadirat-Nya, kenapa Allah
tidak mempertemukan dengan orang yang kita cinta. Karena Allah selalu
mendengar tiap keluh dan kesah hamba-hamba-Nya.
Saudaraku,
cinta memang boleh membuat kita bahagia, hingga dunia menjadi begitu
indah nan mempesona. Tapi cinta juga boleh membuat kita menangis dan
menderita. Seakan kita ingin segera mengakhiri hidup ini. Karena itu
saudaraku…
Ketika cinta membuatmu menangis…
Belajarlah ikhlas, melepaskan yang kita cintai menjadi milik orang lain. Meskipun kita menderita dan tak pernah rela.
Ketika cinta membuatmu menangis…
Bertanyalah pada diri sendiri. Apakah dia-nya yang selama ini kita
damba boleh membahagiakan kita kelak dalam membangun rumah tangga?
Apakah dia-nya yang selama ini kita cinta juga akan membalas cinta kita
kepadanya dengan setulus hati?
Ketika cinta membuatmu menangis…
Maka tersenyumlah. Hapuslah airmatamu. Pandanglah ke depan. Di depan
sana ada cinta seseorang yang akan menyambut cintamu. Cinta suci yang
akan membahagiakanmu, yang tak pernah terukur oleh jarak dan waktu.
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Terima Kasih•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶.
Senin, 08 April 2013
♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ♥
✽ WAHAI CALON PENYEMPURNA SEPARUH AGAMAKU ✽
❥ Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang terus ku perbaiki..
❥ Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati..
❥ Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah..
❥ Karena, menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan..
❥ Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku..
❥ Aku akan bersabar menunggumu meski kadang hati terasa lelah..
❥ Namun, ku tetap bersabar menjaga izzah dan iffahku..
Bukankah ALLAH telah berjanji perempuan yang baik untuk lelaki yang baik..?
❥ Maka dengan itulah aku berusaha ingin memperbaiki diriku sebelum aku bertemu denganmu wahai calon imamku yang baik..
❥ Insya ALLAH.. (◡‿◡✿)
¸✽¸.•✿✽¸.••.¸✽¸••.¸•**•¸••.¸✽¸ .••.¸✽✿¸✽
Kamis, 27 Desember 2012
~::*Dari Akhwat Tuk IKhwan*::~
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Malam kelabu mungkin tidak akan mampu merubah lukisan langit yang terlanjur biru.Untuk kamu para ikhwan mudah-mudahan bisa menjadi bahan renungan.
Aku ingin bicara atas nama Akhwat
Tolong untuk para Ikhwan (atau yg merasa sebagai Muslim) : Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, but itu fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi. Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. But, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) but suka karena diperhatikan "lebih".
Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama Ta'aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.
Tolong, pahami arti Cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq. Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label : Ta'aruf.
Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju pada-Nya. Karena janji Allah itu pasti. "Wanita baik hanya Diperuntukkan Laki-laki baik".
Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu.
Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu.
Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu.
Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu.
Jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu.
Ada beda... Persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus...Beda itu bernama "Rasa" dan "Pemaknaan". Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah. Antum memang bukan Mush'ab. Antum juga tak sekualitas Yusuf As. Tetapi Antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova.
Karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah : Segeralah Menikah atau Jauhi Wanita dengan Puasa.
Tolong, sebelum antum memutuskan untuk mendatangi kami jawab dulu Pertanyaan ini dengan Jujur :
1. Setelah 3 bulan antum mendatangi dan menyatakan Cinta, antum masih belum siap untuk mengikrarkan dalam sebuah Pernikahan ?
2. Ataukah antum masih butuh waktu lebih lama dan meminta kami menunggu, dengan alasan yang tidak syar'i dan terlalu duniawi ?
Kalau Jawabannya : "Ya !"
"SELAMAT"
Berarti antum lebih pantas masuk surga dibandingkan Ali bin Abi Thalib. Dia baru berani mengatakan Cinta kepada Fathimah, setelah menikah. Ali, pemuda kesayangan Rasul, tetapi menunggu waktu bertahun-tahun untuk mengatakannya. Bukan karena dia pengecut tentu saja justru karena dia adalah laki-laki kualitas Surga...
Tolong, kami tidak ingin menyakiti hati calon Suami kami yang sebenarnya. Mereka berusaha untuk menjaga Hijab, agar datang kepada kami dalam kondisi suci hati, tetapi kami malah menjajakan Cinta kepada laki-laki yang belum tentu menjadi suami kami. Atau antum sekarang sudah berani menjamin bahwa antum adalah calon Suami kami sebenarnya ?
Maaf, Wanita itu lemah dan mudah ditaklukkan. Sebagai Saudara kami Tolong Jaga kami. Karena kami akan Kuat menolak rayuan Preman, but bisa jadi kami Lemah dengan Surat Cinta kalian.
Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahi-Nya ?
Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhoi-Nya ?
Bukan cuma saat Menikah, tetapi saat pertemuan yang juga bebas dari maksiat. Allah Maha Pencemburu, dan Dia Maha Memiliki kami.
So,,, Mintalah kepada-Nya sebelum mendatangi kami
Semoga bermanfaat...
Oleh:Admin Muslimah sholehah
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ
Dan bilamana ada kata maupun penulisan yang salah mohon di benarkan
Salah dan Hilaf andai ada kata yang kurang berkenan mohon ma'afkan
Kami Hanya Insaniah fakir Hamba Allah yang tiada daya dan Upaya
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas jikalau bermanfa'at,
semuanya milik bersama
Bagi sahabat2 Muslimah Sholehah yang berminat
dan bersedia memberikan ilmunya berupa catatan,
puisi, doa dan kisah yang dapat menambah keimanan kita,
silahkan hubungi admin Andhika Al-Banjari Mtp
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥.
Prinsip ABC
A mbil yang baik
B uang yang buruk
C iptakan yang baru
Keep Istiqomah wa HAMASAH
Langganan:
Postingan (Atom)

